Bentrokan Meletus di Kompleks Masjid Al-Aqsa

  • PM Israel Berdalih Bela Diri Atas Roket Hamas
  • Paksa Pemukim Palestina ke Selatan Jalur Gaza
  • 126 Warga Sipil Tewas, Termasuk Anak-anak

masjid bentrokan di tempat suci…

BENTROKAN meletus di tanah Jerusalem, Kamis atau Jumat, 7 Maret 2008 waktu Indonesia. Polisi Israel terlibat bentrokan dengan warga Palestina dalam kompleks Masjid Al-Aqsa yang sensitif di kota tua Jerusalem.

Bentrokan terjadi ketika polisi Israel tiba untuk membubarkan beberapa puluh jamaah Muslim, termasuk warga Arab Israel dan warga Palestina dari Jerusalem Timur yang mengambil bagian dalam pembersihan bagian kompleks tersebut.

“Dalam bentrokan singkat itu, beberapa orang dipukul dan dua orang ditahan polisi,” kata saksi mata. Insiden ini meletus di tengah ketegangan antara pihak berwenang Waqf yang bertanggungjawab atas tempat suci Muslim itu dan pihak berwenang Israel.

Kompleks ini merupakan tempat suci yang dihormati orang Yahudi dan Muslim. Kompleks itu dikenal sebagai Al Haram Al-Sharif bagi umat Islam dan tempat tersuci ketiga Islam setelah Makkah dan Madinah.

Umat Yahudi menunjuk tempat yang sama sebagai Temple Mount, tempat Kuil Yahudi Kedua yang diratakan dengan tanah oleh tentara Roma pada tahun 70 Masehi dan tempat tersuci Judaisme.

Sebelumnya bentrokan meletus, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak ngotot ingin memindahkan pemukiman-pemukiman Palestina di Jalur Gaza bagian selatan. Barak telah menghubungi para penasehat hukum untuk memeriksa legalitas dari tindakan tersebut.

anak tak berdosa pun jadi korban…  anak korban

Channel 2 melansir rencana tersebut sebagai bagian upaya memaksa ribuan warga Palestina bergeser makin ke selatan Jalur Gaza, sehingga makin jauh dari perbatasan Israel. Langkah itu dapat ditempuh dengan membagikan selebaran untuk mengingatkan warga Palestina agar pindah dan pemukiman mereka yang menjadi tempat peluncuran roket akan dibom.

Israel sudah melakukan berbagai cara menghentikan serangan roket dari Gaza, misalnya dengan melakukan serangan udara, serangan darat dan penerapan sanksi ekonomi, tapi semuanya gagal.

Masyarakat internasional telah mengutuk sebagian sanksi tersebut sebagai ‘hukuman kolektif’ dan melanggar peraturan internasional.

Tangis dan Kutukan Arab… cemas.jpg

Para menteri luar negeri Liga Arab pun mencela serangan maut Israel di Jalur Gaza dengan sebutan ‘kejahatan perang.’ Dalam pertemuan di Kairo, para menteri mengutuk serangan itu sebagai kejahatan ganas yang dilakukan pasukan pendudukan Israel di Gaza.

Serangan-serangan Israel sejak sepekan lalu telah membunuh lebih dari 126 orang di Gaza, termasuk anak-anak dan penduduk sipil lainnya. Dua tentara Israel dan seorang penduduk sipil Israel juga tewas dalam kurun waktu tersebut.

Kutukan Liga Arab itu disampaikan ketika Perdana Menteri Israel Ehud Olmert berikrar, bahwa dirinya tetap melancarkan serangan militer di Jalur Gaza. Serangan itu dimaksudkan untuk menghentikan serangan roket ke Israel dari wilayah yang dikuasai Hamas.

“Operasi Israel di Jalur Gaza akan diteruskan selama tembakan roket terus dilakukan,” ungkap pejabat senior, mengutip ancaman Olmert dalam pertemuan kabinet keamanan atas situasi di Gaza.

beginilah jadinya nafsu perang…bentrok

Kantor Olmert kemudian mengeluarkan pernyataan, intinya Pmerintah Israel akan terus bertindak secara sistematis, dan dalam jangka panjang untuk menghentikan serangan roket dan kegiatan teror lainnya di Gaza.

Pertemuan di Kairo itu berlangsung ketika Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice mengakhiri kunjungannya di Timur Tengah. Dalam kunjungan itu Rice kembali meminta menghentikan serangan roket ke Israel.

Israel yang dikutuk masyarakat internasional, karena pengerahan kekuatan berlebihan pun diminta menyelamatkan nyawa tak berdosa dalam serangan itu.

“Amerika Serikat tentu mengerti hak Israel untuk membela diri, tapi Israel harus sangat sadar atas dampak-dampak operasi ini terhadap orang yang tidak berdosa,” tegas Rice. (afp/dpa/ant/*)

Satu Tanggapan ke “Bentrokan Meletus di Kompleks Masjid Al-Aqsa”

  1. betapa tragisnya kehidupan disana bahkan tidak ada kesempatan untuk hidup lebih nyaman dikit terutama untuk anak anak
    harus mengalami trauma yang tidak akan dibayang oleh kita
    salut bagi anak – anak di Gaza

Tinggalkan Balasan