Komunitas Umat Beragama RI Tolak Film Fitna Geert
- Potensial Picu Ketegangan Baru Dunia Islam dan Barat
- Desak Pemerintah Belanda Tegas Cekal Penistaan Islam
Peringatan yang disampaikan dalam komunike bersama tokoh agama Indonesia ini, bukan gertak sambal. Kartun Nabi Muhammad SAW yang dibuat kartunis Denmar beberapa waktu telah menebar amarah kaum Muslimin di dunia, tak terkecuali di Tanah Air.
Kali ini, sentimen kebencian itu hendak ditebarkan melalui film berdurasi belasan menit oleh Geert Wilders, Anggota Partai Kebebasan Belanda yang anti-Allah alias tak ber-Tuhan. Isinya lebih heboh lagi, kekejaman Islam yang diilhami Ayat-ayat Suci al Qur’an.
Sebuah fitna dan penghinaan Islam yang memantik panggilan suci untuk melawan. Jihad menjadi pintu bagi kaum Muslimin, bila film karya Geert itu benar-benar dirilis. Meski telah diperingatkan Kabinet Belanda dan diancam Jaksa Agung Amsterdam, anggota parlemen atheis ini ngotot merilis melalui laman internet terpisah.
peringatan Geert…
Bahkan Geert telah menyiapkan penyiaran secara luas filmnya melalui laman YouTube. Cobaan iblis yang menguji kekuatan batin umat Islam di dunia. Inilah yang dikhawatirkan kalangan tokoh agama Indonesia, sehingga teramat perlu memperingatkan pemerintah Belanda yang notabene negeri penjajah bangsa kita.Cak Hasyim, sapaan akrab KH Hasyim Muzadi bersama Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Ketua Konferensi Wali-gereja Indonesia (KWI), Mgr MD Situmorang, dan Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt AA Yewangoe pun menggalang solidaritas melalui forum Komunitas Umat Beragama Indonesia (KUBI).
Tegas KUBI menolak pemutaran film finah karya Geert tersebut. Fitnah karena jelas-jelas didasari keinginan mendiskreditkan ajaran Islam. Adalah Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Jan Peter Balkenende yang menjadi sasaran peringatan KUBI.
Pernyataan bersama KUBI itu juga ditembuskan ke Presiden RI, Menteri Luar Negeri RI, dan Duta Besar Kerajaan Belanda di Jakarta. KUBI meyakinkan, pemutaran film itu akan sangat menyakitkan perasaan umat Islam dan dapat menciptakan ketegangan baru bagi peradaban dunia, termasuk di antara para pemeluk agama.
“Dengan pertimbangan ini kami berharap Pemerintah Kerajaan Belanda dapat berusaha secara maksimal mencegah pemutaran film dan penyebarannya,” tegas Mgr MD Situmorang. KUBI juga mendesak Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas untuk mencegah penyebaran film tersebut di Tanah Air.
Cak Hasyim mengingatkan, jika film karya Geert itu disebarkan, hampir pasti memicu kehebohan di antara umat beragama, bukan hanya Islam. “Khusus untuk Indonesia yang kita khawatirkan, apabila itu terjadi adalah kalangan Muslim salah paham, dikira itu serangan lain pada Islam,” tegasnya.
Oleh karena itu, para tokoh agama Indonesia mengantisipasi dengan membuat seruan bersama melalui KUBI. Tujuannya, jelas menyelamatkan harmoni kehidupan beragama di Tanah Air dan menunjukkan bahwa agama di luar Islam juga turut keberatan dengan film fitnah tersebut.
Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI, Romo Benny Susetyo, menyatakan dampak film fitnah itu akan jauh lebih berat dibanding kasus karikatur Nabi Muhammad di Denmark.
Romo Benny mengingatkan, ketegangan dunia Islam dengan Barat kini mulai mencair. Oleh karena itu, keberadaan dan penyebaran film fitnah itu potensial menumbuhkan ketegangan baru yang tentunya akan menguras energi. “Pemerintah Belanda harus tegas demi perdamaian dunia!” ujarnya. (ant/*)


Maret 28, 2008 pada 11:42 am
saya pikir belanda masih menginginkan indonesia atau negara berkembang lainya untuk menjadi jajahan mereka dalam bentuk baru dengan mengadakan tulisan2 atau film2 berdurasi pendek bahkan mungkin panjang sebagai serangan model baru tsb.
Maret 29, 2008 pada 2:17 am
sebagai umat muslim ini adalah cobaan untuk lebih dekat lagi dengan allah swt.agama islam tdk sama dengan agama lain,mereke nga tau karena mereka bukan muslim,film produksi geert (dajal) adalh bentuk kekesalan dan sakit hati yang tidak tersalurkan sehingga muncul sifat alaminya yg pengecut,kekanak-kanakan,insya allah peristiwa ini bisa menambah rasa ingin tau bagi mereka yg nga tau isi al-quran untul mengetahuinya agar mereka tau kalo geert itu tolol,,kalo nga percaya silahkan buka al-quran
Maret 29, 2008 pada 4:02 am
Hamba Yakin Engkau Akan Selalu Menjaga Agamamu..Tolonglah HambaMu ini agar tetap bisa menjaga Islam selalu dalam Hati Hamba…..
Maret 29, 2008 pada 4:40 am
orang ini cuma cari popularitas aja.
Maret 29, 2008 pada 10:14 am
SAya ppikir film ini tidak usah diperdulikan karena hanya berdampak pada perpecahan di dalam tubuh bangsa kita yang sudah pernah terjajah selama 350 tahun dan sekarang jangan sampai terjajah oleh ssamabangsanya sendiri. Saya sarankanuntuk tidak usah melihat atau berusaha melihat film ini karena bila dihati kita tersimpan rasa benci maka cepat atau lambat dapat menimbulkan pertikaian yang tidak berkesudahan dan anda perlu tahu bila hal tersebut terjadi siapakah yang senang? Yang senang adalah SETAN karena telah berhasil mengadu manusia yang katanya sebagai manusia yang memiliki pikiran dan hati nurani.
Maret 29, 2008 pada 10:19 am
film fitna…
film itu benar2 fitnah….
fitnah bagi semua pemeluk agama…
terutama islam…
biarlah..
mereka(orang2 kafir) mengobrak-abrik nama islam…
yang jelas tetaplah pada perinsip…
islam tetap berjalan dan maju…
ingat pepatah…
anjing mengonggong khafilah tetap berlalu…
go islam…
n stay with ur principal of islam…
Maret 30, 2008 pada 5:53 am
Mau apa lagi tuh negara barat yang sukanya mau neriakain Islam sebagai agama teroris, padahal mereka kan yang sebenarnya teroris. brengsek benget tuh orang. yah denger-denger sih orangnya berasal dari belanda. ga’ puas kali udah menjajah Indonesia malah bikin sensasi lagi dengan menginjak-injak nama islam.
Maret 30, 2008 pada 10:14 pm
Subhanallah…! Sabar-sabar sobat, bukankah itu bagian rencana iblis. Jangan sampai kita terjebak, termasuk dalam emosi. Kita ikhtiar dengan cara menjauhkan keluarga, sobat dan sesama Muslim dari propaganda Geertz yang noatebe syetan berwujud manusia. OK? Selamat bersabar! Joko Jihad