Pria Amerika Hamil 5 Bulan
- Istri Derita Endometriosis Kronis
- Beli Sperma Untuk Inseminasi
Para dokter mengusir kami karena agama Paramedis menolak mengakui Nancy istri saya Para resepsionis ikut menertawakan kami Teman-teman dan keluarga juga tak mendukung Keluarga Nancy tak tahu, kalau saya transgender
BEGITULAH keluh-kesah Thomas Beatie ketika dihadirkan dalam talkshow terpopuler di televisi Amerika Serikar, 3 April 2008. Acara yang paling banyak menyedot perhatian publik AS itu langsung dipandu Oprah Winfrey.
Beatie tak hadir seorang diri, melainkan didampingi istri (Nancy), dokter kandungannya serta sejumlah sejawatnya untuk memberi kesaksian. Ya, Beatie pria transgender ini memang benar- benar hamil 5 bulan.
Pekan keempat Maret 2008, pria kelahiran Hawaii 34 tahun silam ini membuat sensasi tak terkira di jagad ini. Beatie nongol dalam gambar dengan perut buncit dan mengaku mengandung janin perempuan.
Siapa pun terhenyak menyaksikan gambar berikut uraian artikelnya yang dilansir Advocate.com. Warga Kota Bend, Oregon, AS ini meyakinkan kehamilannya yang unik. Ia blak-blakan sejatinya dia dilahirkan sebagai wanita.
Semula tetangganya, Ron Schlieper menganggap membual belaka. “Mana mungkin pria bisa hamil.” Begitulah pikir Schlieper, demikian juga umumnya manusia. Tak mungkin, karena Allah SWT hanya menciptakan dua jenis kelamin manusia.
Namun, apa yang tak mungkin bagi manusia, mungkin saja bagi Allah SWT. Schlieper baru terbengong-bengong, ketika menyaksikan talkshow terpopuler yang dipandu Winfrey.
“Keinginan memiliki anak biologis, bukanlah keinginan pria atau wanita, tapi keinginan manusia,” kata Beatie meladeni pertanyaan Winfrey. Sebelum tampil di televisi, Beatie diwawancarai khusus majalah terkemuka AS, People.
Sejak itulah kontroversi kehamilan Beatie jadi polemik. Di majalah gay, The Advocate, memajang artikel berjudul, Labour of Love. “Saya merasa, bukan masalah wanita atau pria punya anak. Itu kebutuhan manusia. Saya seseorang yang punya hak mempunyai anak,” tegas Beatie.
Kepada Winfrey, Beatie dan Nancy menceritakan bahwa Nancy tak dapat mengandung, pasca menjalani operasi pengangkatan rahim akibat penyakit endometriosis kronis. “Jika Nancy bisa hamil, saya tak akan melakukan ini,” tutur Beatie.
Kehamilan Beatie ini merupakan kali kedua. Kehamilan pertama tak bisa dipertahankan, karena hamil di luar kandungan. Beatie sesungguhnya dilahirkan sebagai wanita bernama Tracy Lagondino.
Ia kemudian memutuskan berganti kelamin, operasi rekonstruksi dada dan terapi testosteron pun dijalani. Meski begitu, Beatie mempertahankan organ-organ reproduksi wanitanya.
Ketika menginginkan anak, Beatie menghentikan suntikan testosteron tiap 2 bulan sekali. Pria itu kembali mengalami menstruasi. Saat itulah ia melakukan inseminasi buatan dengan menggunakan sperma orang tak dikenal yang dibeli di bank sperma.
Beatie diperkirakan melahirkan sekitar 3 Juli 2008. “Bagaimana rasanya pria hamil? Mengagumkan! Walaupun perutku bertambah besar karena ada kehidupan di dalamnya, saya cukup stabil dan percaya diri sebagai seorang pria,” tegas Beatie dengan wajah berseri.
Caci maki publik AS tak cukup membuatnya goyah. Bahkan ia mendapat dukungan aktivis transgender, Robert Haaland. “Kehamilan Beatie adalah cara keluarga Beatie memilih menggunakan alat reproduksi yang tersedia. Sebagian warga AS tahu itu,” kata Haaland.
Menurut Ahli Kandungan RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Soehartono DS SpOG-KFER, kehamilan Beatie tak ada yang luar biasa. Alasannya, pada dasarnya Beatie perempuan dan rahimnya belum diangkat.
Beatie akhirnya bahagia. Ia tak peduli cemoohan orang, termasuk sikap diskriminatrif dokter AS. “Saya sangat beruntung punya istri yang begitu mencintai dan mendukung. Saya akan menjadi ayah dari anak perempuan saya, dan Nancy menjadi ibunya. Kami akan menjadi sebuah keluarga,” harap Beatie. (afp/dtc/sm)

April 23, 2008 pada 1:37 am
sangar bro lucu sekali baru pertama liat yang kayak gini ini bener nggak seeh…hhhahahaaa