Archive for the humor Category

Raja Ngidam Mahkota Surga

Posted in humor on Juni 27, 2009 by albertjoko

humor kaum sufi

abunanawas-fHARI itu, tidak seperti biasanya, Baginda Raja Harun Al Rasyid, tiba-tiba “menjadi” rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa diketahui siapa pun. Baginda pun keluar istana dengan pakaian amat sederhana, layaknya rakyat jelata.

Begitu tiba di suatu perkampungan, beliau melihat beberapa orang sedang berkumpul. Setelah mendekat, ternyata ada seorang ulama menyampaikan siraman rohani tentang alam barzah. Di sela itu, ada seseorang datang dan bergabung. Kepada sang ulama ia bertanya.

“Kami menyaksikan orang kafir pada suatu waktu dan mengintip kuburnya, tetapi kami tiada mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang dialaminya. Maka, bagaimana cara membenarkan sesuatu yang tidak sesuai yang dilihat mata?”

Ulama itu terdiam sejenak, lalu menjelaskan. “Untuk mengetahui yang demikian harus dengan panca indera yang lain. Ingatkah kamu dengan orang yang sedang tidur? Dia kadangkala bermimpi digigit ular, diganggu dan sebagainya. Ia juga merasa sakit dan takut, bahkan memekik dan keringat bercucuran pada keningnya.”

misteri mimpi

crown

DIA merasakan hal semacam itu, seperti ketika tidak tidur. Sedangkan engkau yang duduk di dekatnya menyaksikan keadaannya seolah-olah tidak ada apa-apa. Padahal, apa yang dilihat serta dialaminya, dikelilingi ular-ular. Maka, jika masalah mimpi yang remeh saja sudah tak terlihat secara kasatmata, mungkinkah engkau bisa melihat apa yang terjadi di alam barzah?” jelas sang ulama.

Baginda Raja terkesan sekali penjelasan itu. Lalu, ulama itu melanjutkan “kuliahnya.” Dikatakan bahwa di surga tersedia hal-hal yang amat disukai nafsu, termasuk benda-benda. Satu di antaranya, mahkota yang luar biasa indahnya. Tak ada yang lebih indah dari barang-barang di surga, karena barang-barang itu tercipta dari cahaya. Saking indahnya, satu mahkota jauh lebih bagus dari dunia dan isinya.

Baginda makin terkesan. Beliau pun bergegas pulang usai siraman rohani itu. Baginda tak sabar ingin menguji kemampuan Abu Nawas. Beliau pun minta pengawal segera memanggil sang legenda cerdas nan cerdik, Abu Nawas.

“Aku menginginkan engkau sekarang juga berangkat ke surga. Bawakan aku sebuah mahkota surga yang katanya tercipta dari cahaya itu.

tiga pintu alam

diana-hendak-diturunkan-ke-liang-lahat

PINTU BARZAH - Hambah Allah memasuki alam barzah, sebelum sampai alam baqa

APAKAH engkau sanggup Abu Nawas?” tegas Baginda Raja. “Sanggup Paduka yang mulia,” kata Abu Nawas, langsung menyanggupi tugas yang mustahil dilaksanakan itu. “Tetapi Baginda harus menyanggupi pula satu sarat yang akan hamba ajukan.”

“Sebutkan sarat itu.” kata Baginda Raja. “Hamba mohon Baginda menyediakan pintunya agar hamba bisa memasukinya.” “Pintu apa?” sergah Baginda, penasaran. Pintu alam akhirat.” ujar Abu Nawas.

“Apa itu?” tanya Baginda, ingin tahu. “Kiamat, wahai Paduka yang mulia. Masing-masing alam mempunyai pintu. Pintu alam dunia adalah liang peranakan ibu. Pintu alam barzah adalah kematian. Dan, pintu alam akhirat adalah kiamat,” jelas Abu Nawas.

Surga berada di alam akhirat. Bila Baginda masih tetap menghendaki hamba mengambilkan mahkota di surga, maka dunia harus kiamat dulu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas, Baginda Raja terdiam. Di sela-sela kebingungan Baginda Raja, Abu Nawas bertanya lagi.

“Masihkah Baginda menginginkan mahkota dari surga?” Baginda Raja tidak menjawab. Beliau diam seribu bahasa. Sejenak kemudian Abu Nawas mohon diri, karena Abu Nawas sudah tahu jawabnya. (e-ketawa/*)

Ngerumpi Gaji

Posted in humor on Juni 27, 2009 by albertjoko

oase rakyat jelata

Copy of laught-please

KACAMATA kuda gaji - laught please

SUATU hari saat rehat, dua pria berkebangsaan berbeda terlibat dalam obrolan Sersan, serius tapi tetap santai di kafe cepat saji. Yang satu warga Indonesia, dan lainnya orang Eropa.

Mereka saling tanya tentang penghasilan masing-masing. “Berapa gaji Anda, dan untuk apa saja uang yang Anda peroleh itu?” tanya orang Indonesia mengawali pembicaraan.

Bule Eropa yang terbiasa bicara bebas, menjawab, “Gaji saya 3.000 euro. Seribu euro untuk tempat tinggal, 1.000 euro untuk makan, 500 euro untuk hiburan.”

“Lalu, sisa 500 euro untuk apa?” desak orang Indonesia. Orang Eropa itu pun menjawab dengan ketus, “Ooh … itu urusan saya, Anda tidak perlu bertanya!” Kemudian orang Eropa balik bertanya, “Kalau penghasilan Anda?”

kebiasaan tak jujur

tri

TEMPEL salam - tri

GAJI saya Rp 950 ribu. Yang Rp 450 ribu untuk tempat tinggal, Rp 350 ribu untuk makan, Rp 250 ribu untuk transpor, Rp 200 ribu untuk sekolah anak, dan Rp 200 ribu, bayar cicilan pinjaman. Sedangkan yang Rp100 ribu untuk….”

Mendadak penjelasan karyawan Indonesia terhenti, karena distop karyawan Eropa. “Uang itu jumlahnya sudah melampaui gaji Anda. Sisanya dari mana?” tanya orang Bule itu keheranan.

Orang Indonesia itu tersenyum lalu menjawab dengan enteng. “Begini Mister, uang yang kurang itu urusan saya. Anda tidak berhak bertanya-tanya!” Bule Eropa yang bersemangat pun, sontak tersipu. Mereka lalu ngeloyor pergi tanpa menjelaskan misteri asal dan penggunaan “uang tambahan” itu.

Pelayan kafe yang nguping mengernyitkan jidat sambil menarik nafas panjang. “Darimana dia (orang Indonesia) dapat uang siluman, ya…? Semoga bukan uang rakyat…,” gumam sang pelayan seraya menggeleng-gelengkan kepala. (e-ketawa/*)

Bocoran Cawapres dari Gus Dur

Posted in humor on Juni 6, 2008 by albertjoko

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gus Dur

SEBELUM acara silaturrahmi dan sambung rasa DPP PKB-Tokoh NU di Jakarta, wartawan mendapat kesempatan tanya jawab dengan kandidat Presiden dari PKB, Gus Dur.

“Bagaimana kriteria Wapres, Gus?” “Seorang birokrat yang bukan politisi dan militer,” jkata Gus Dur.

Seperti mendapat ‘angin’ wartawan-wartawan mengajukan berbagai nama, dengan harapan di-iya-kan Gus Dur dan besoknya mungkin jadi headline, Si Anu Calon Wapres Gus Dur.

Tapi Gus Dur dengan cekatan menampik membeberkan nama orang yang digadang-gadang jadi Cawapres-nya. “Nanti dong, pemilihannya juga belum,” katanya menolak.

Bukan wartawan kalau langsung menyerah, apalagi semua kuli tinta sudah paham ‘tabiat’ Gus Dur jika berhadapan dengan Pers. Tak ada rahasia untuk publik, mungkin begitu motto Gus Dur.

Walau Gus Dur punya petuah dari bahasa Arab yang selalu dipatuhinya dalam berpolitik, Simpanlah rahasiamu karena itu adalah senjatamu.

Kenyataannya, Gus Dur tetap menolak, bahkan wartawan memberikan ‘penawaran’ : “Inisialnya, deh Gus atau kalau enggak panggilannya juga boleh.”

Gus Dur cuma mesem-mesem, wartawan pun patah arang, lalu merekapun mengandangkan alat perekam masing-masing. Namun, ketika semua sudah menyerah, Gus Dur menukas, “Oke panggilannya aja, ya.”

Kontan semua wartawan kembali serius ke posisi merekam, dan dengan antusias bertanya, “Siapa Gus? Siapa Gus?” Dengan ‘jujur’ Gus Dur membeberkan rahasianya, “Panggilannya Mas.” Para peliput pun ngakak (terbahak) setelah dikerjai Gus Dur. (okz)

Ziarah ala Gus Dur

Posted in humor on Juni 5, 2008 by albertjoko

KH Abdurrahman Wahid

MUNGKINKAH Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur?

Kelihatannya ia memang percaya, karena tokoh bernama lengkap KH Abdurrahman Wahid ini selalu kukuh pada pendiriannya. Inilah yang kadang membuat repot koleganya.

Mengapa Gus Dur gemar berziarah ke makam para ulama dan leluhur? “Saya datang ke makam, karena saya tahu mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan. Tidak seperti kalian,” kata Gus Dur, santai. (dtc)

Toilet Break Dibintangi Pimpinan JI Kastari

Posted in humor on Maret 10, 2008 by albertjoko
  • Satiris Dunia Maya Hantam Negeri Lee Kuan Yeuw
  • Publik Yakin Kastari Masih Berada di Singapura

bila kastari jadi aktor…  kastari1

TERORISME jelas jauh dari tawa lebar. Tapi lenyapnya Mas Slamet Kastari dari penjara Singapura bisa dijadikan bahan humor.

Betapa tidak, Pimpinan Jemaah Islamiyah (JI) Singapura itu cacat kaki alias pincang. Di pihak lain penjara Singapura canggih, polisi terampil dengan senjata modern. bahkan pasukan tempur yang bisa diandalkan.

Namun, untuk memburu seorang cacat, hingga kini nol besar. Pasukan paramiliter Gurkha yang terkenal kehebatannya pun balik ke markas dengan tangan hampa. Benarkah Kastari kabur? Melarikan diri atau sengaja dikaburkan negeri Lee kuan Yeuw?

Bete mikirin Kastari, publik Singapura pun membuatnya sebagai bahan guyonan di internet. Kritik langsung pada pemerintah yang jarang terlihat di media mainstream Singapura, akhirnya tertuang via internet.”Toilet Break, berdasar kisah nyata dibintangi Mas Selamat Kastari.” Begitulah pesan yang terpampang di website milik seorang blogger, terinspirasi drama televisi AS yang cukup populer, Prison Break.

Humor satir ini dilansir AFP, Selasa 4 Maret 2008. Menurut blogger Phillip Chua, kaburnya Kastari yang notabene warga Singapura kelahiran Indonesia itu dari toilet pusat penahanan Whitley Road, 27 Februari 2008.

Gara-gara kabur dari toilet, dunia internasional pun terbahak-bahak. Teoh Khengze, seorang penulis dan jurnalis, menulis dalam bloggnya, bahwa kaburnya Kastari sebagai, The Great Singapore Escape yang tidak masuk akal dan berani.

Sedangkan Talkingcock.com, website satir yang populer, menyatakan kaburnya Kastari menunjukkan perlunya menteri-menteri kabinet mendapatkan kenaikan gaji, meskipun mereka sudah masuk jajaran orang bergaji tertinggi di dunia.

Situs itu juga memuat foto khayalan Kastari dalam berbagai kemungkinan. Menyamar sebagai wanita yang memakai wig pirang, gaya 1960-an, hingga gaya Osama bin Laden.

Kastari yang pincang kaki kiri, diyakini masih berada di Singapura, karena dia kabur tanpa bantuan dan tak memiliki modal seperti pakaian, uang dan alat transportasi untuk keluar negeri. Nah, tuh!... Bagamana, Paman Lee? Masih yakin Kastari renang ke Riau? (dtc/* )