Archive for the politik Category

Islam Mengisi Sayap Kiri Politik Indonesia

Posted in politik on Juni 11, 2008 by albertjoko
  • Telaah Prof Liddle dari Seminar di Praha
  • Demokrasi Palsu ala Rezim Soeharto

prof liddle

TIDAK ada sayap kiri dalam lingkungan politik Indonesia, namun kemunculan parpol-parpol Islam telah menggantikan posisi sayap kiri itu.

Begitulah telaah Prof R William Liddle dalam seminar internasional di Czech Academy of Sciences, Praha, 9 Juni 2008. Seminar ini digelar KBRI Praha bersama Center of Global Studies dari Charles University, Praha, terkait peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, 80 Tahun Sumpah Pemuda dan 10 Tahun Reformasi.

Menurut Liddle, saat meletus gerakan reformasi 1998 dan Presiden Soeharto tumbang, sebenarnya terdapat peluang membentuk partai berhaluan kiri, namun itu tak terjadi karena sayap kiri di Indonesia diidentikkan dengan komunis. Kemunculan parpol-parpol Islam telah menggantikan kekosongan peran sayap kiri itu.

Liddle tidak sependapat dengan pandangan bahwa dulu Presiden Soeharto membiarkan Islam militan. Yang terjadi, Soeharto membuka elemen-elemen Islam untuk berpartisipasi dalam politik.
soeharto

Guru Besar ilmu politik Univeristas Ohio yang banyak memiliki mahasiswa dan kawan di Indonesia ini juga menolak pendapat, bahwa partisipasi Islam dalam politik untuk mengimbangi kekuatan militer. Yang sebenarnya terjadi politik Indonesia itu sangat didominasi sayap kanan sekuler.

Liddle menyampaikan makalah dengan mengevaluasi Orde Baru di bawah kepemimpinan Suharto, 1966-1998. Disebutkan, Soeharto, yang dinilainya sebagai seorang diktator, mampu mengubah Indonesia menjadi negara yang seakan-akan demokratis.

Caranya dengan melakukan beberapa hal penting, seperti mengebiri peran politik militer, menciptakan persepsi di masyarakat bahwa Indonesia seolah-olah negara demokratis, padahal faktanya tidak demikian.

Selain itu Soeharto juga mempraktikkan sistem pemerintahan otoriter, yang memberi ruang kepada sejumlah ormas dan media untuk manuver, serta melakukan rekonsiliasi dengan berbagai kelompok, yang pada awalnya berada di luar rezim.

Seminar yang dibuka Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Deplu, Andri Hadi ini dihadiri para akademisi, mahasiswa Ceko dan Indonesia, serta masyarakat peminat ke-Indonesiaan. Di antaranya, Prof Bernhard Dahm dari Universitas Passau Jerman, Prof Francois Raillon dari Pusat Studi Timur Jauh Prancis, dan Prof Rahardi Ramelan yang khusus datang dari Indonesia. (dtc/*)

Iklan