Archive for the sains Category

Debu Setan Muncul di Kutub Mars

Posted in sains on September 14, 2008 by albertjoko


Maha Pencipta Allah

WAHANA ruang angkasa Phoenix Mars Lander yang saat ini masih aktif di permukaan Mars merekam fenomena unik yang disebut debu setan di dekat kutub utara planet tersebut. Kamera Phoenix mengabadikan enam kali peristiwa debu setan selama seminggu lalu.

Baru kali ini debu setan terlihat di dekat kutub utara Mars. Selama ini gerakan debu yang membentuk tornado itu telah beberapa kali terekam dari satelit-satelit yang pernah mengelilingi Mars.

Debu setan mirip pusaran angin yang sering terjadi di permukaan bumi. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi saat permukaan Mars dihangatkan sinar Matahari. Suhu hangat di permukaan mengalir ke lapisan udara di atasnya, sehingga mendorong debu ke atas dalam gerakan spiral.

“Akan sangat menarik mengamatinya dalam beberapa hari dan minggu ke depan untuk melihat apakah terdapat banyak debu setan atau fenomena tersebut hanya di tempat-tempat tertentu,” ujar Mark Lemmon, ilmuwan dari Universitas Texas A&M.

Masing-masing debu setan yang terekam berdiameter antara 2 dan 5 meter. Ukuranya masih jauh lebih kecil daripada debu setan yang pernah direkam wahana penjelajah Spirit di dekat ekuator Mars.

“Kami jelas melihat debu setan, tetapi seberapa sering kami tak tahu,” ujar Leslie Tampari, ilmuwan dari Laboratorium Propulsi Jet NASA yang terlibat dalam penelitian misi Phoenix. Peristiwa tersebut bisa jadi langka, bisa jadi tidak.

Begitu Besar Engkau Ya Tuhan

Fenomena debu setan tak cukup menarik, tapi sekaligus menyimpan seribu misteri. Terlampau banyak fenomena di jagad ini yang belum terjangkau alam pemikiran manusia, secerdas bangsa Yahudi sekalipun. Jangankan nun jauh di planet Mars, kumpulan awan yang hanya ribuan kaki di atas bumi saja sulit dipahami bagaimana tercipta demikian sistematis dan cantiknya.

Tampak begitu indah ditatap, bila kita berada di atas pesawat. Alam pemikiran meteorologi dan geofisika kita, memang bisa menjelaskan proses bagaimana terbentuknya awan hingga berakhir di permukaan bumi sebagai hujan.

Namun, bagaimana proses pembentukan fisis dan sistemnya, tentulah di luar daya jangkau seorang manusia. Inilah yang membuat kita kecil dari dzat maha tinggi yang menciptakan. Allah Maha Pencipta dan pemelihara, sekaligus penghancur, bila dikehendaki-Nya.

Mengapa kemudian kita sering mengalpakan kekuatan-Nya? Mengapa pula kita latah, merasa lebih cerdas dan eksis di atas kekuatan sendiri? Kesombongan diri yang menenggelamkan diri dalam kehampaan sejatinya hidup.

Siapa pun kita suatu waktu tertentu akan merasa uselessness, tanpa rasa akan hakekat kehidupan kita sebagai manusia ciptaan Allah. Harta melimpah, jabatan selangit dan kekuasaan besar, tak cukup menentramkan hati dan mata batin manusia.

Cinta Allah lah yang memancarkan cahaya ketentraman, kedamaian, keindahan dan kebahagiaan. Tak hanya di dunia yang serba singkat di atas bumi, namun kehidupan panjang setelah kita tak mampu bernafas lagi.

Cinta Allah, cinta orangtua kita, saudara sekandung, tetangga dan saudara dari anak Adam di dunia adalah cahaya kebahagiaan abadi. Jika masih belum yakin, mari tanya hati dan batin kita yang tak pernah bisa membohongi diri kita. Allah Maha Pengasih dan Penyayang umatnya! (space.com/kompas.com/*)

1800 Tahun Silam Sudah Ada Bedah Otak

Posted in sains on April 4, 2008 by albertjoko

fosil

   fosil tengkorak wanita Yunani ..

TENGKORAK manusia yang ditemukan di Yunani menunjukkan kemungkinan praktik bedah otak telah dilakukan sejak 1800 tahun silam.

Ini merupakan bukti pertama di Yunani, meski praktik serupa di wilayah lain banyak tercatat dalam literatur kuno.

Praktik bedah otak dilakukan pada kepala seorang wanita muda yang diperkirakan tewas, tak lama setelah dilakukan pembedahan. Lubang di tengkoraknya identik bekas pembedahan.

“Kami menilai temuan ini sebagai kasus pembedahan kompleks yang hanya bisa dilakukan dokter spesialis dan terlatih,” tutur Loannis Graikos, seperti dilansir AP, Rabu 2 April 2008. Graikos merupakan tim ahli yang memimpin penggalian fosil tersebut.

Tengkorak tersebut ditemukan pada penggalian di kota Veria yang berada pada jarak 73,6 kilometer, sebelah barat Thessaloniki tahun lalu. (ap/kcm)

Ikan Dari Ambon Bermata Mirip Manusia

Posted in sains on April 4, 2008 by albertjoko

 ikan

ikan penjerat yang beda … 

SEEKOR ikan aneh ditemukan di perairan Ambon. Satwa laut ini memiliki mata mirip mata manusia. Kedua matanya menghadap ke depan pada permukaan muka yang rata.

Umumnya, ikan bermata di bagian samping kanan dan kiri. Sirip punggung, sirip ekor, dan sirip bawah dilapisi kulit lembut dan tipis yang bergaris-garis coklat muda dan putih. Hewan seukuran genggaman tangan manusia ini sangat luwes menyelinap di antara celah karang.

Secara umum ikan tersebut dikelompokkan sebagai anglerfish atau (ikan penjerat) atau frogfish (ikan katak) yang suka berdiam di satu tempat dan memancing mangsanya datang. Namun, sosoknya yang aneh tak dijumpai dalam literatur ikan manapun.

Ikan tersebut ditemukan pertama kali oleh pemandu selam, Toby Fadilsyair 15 tahun lalu. Namun, sampai sekarang proses identifikasi terhadap ikan tersebut belum pernah dilakukan, karena sulitnya merekamnya dari dekat.

Beruntung, Januari 2008 lalu, penyelam Mark Snyder dari Maluku Divers berhasil memotret seekor di antaranya dari dekat dan dari berbagai sudut. Foto-foto tersebut kemudian dikirim ke Prof Theodore Pietsch, pakar ikan dari Sekolah Kelautan dan Ilmu Perikanan Universitas Washington untuk diidentifikasi.

“Begitu saya melihat foto tersebut, saya tahu bahwa ia jenis anglerfish, karena sirip-sirip di sisi badannya mirip kaki,” tutur Pietsch di Amerika Serikat, 4 April 2008. Sirip yang khas ini berfungsi membantu merayap di dasar laut daripada berenang untuk berpindah ke tempat lain.

Tidak seperti ikan penjebak umumnya, anglerfish tak punya pancing di atas kepalanya untuk menarik perhatian mangsa. Namun, Prof Pietsch terhenyak, manakala mencermati muka rata dan dua mata yang menghadap ke depan ikan tersebut.

Jenis ikan unik tak pernah ditemuinya selama 40 tahun mempelajari karakteristik ikan. Sepasang mata yang menghadap ke depan, membuat ikan ini mampu melihat secara binokuler layaknya manusia.

Sepasang mata yang melihat objek sama, seperti ini sangat berguna karena dapat menentukan jarak objek di depannya lebih akurat. Meski begitu, perlu identifikasi secara morfologi maupun uji DNA untuk memastikan, apakah ikan ini masuk kelompok tersendiri.

Sejauh ini para ilmuwan telah mengelompokkan ikan-ikan penjerat ke 18 familia dan Pietsch yakin ikan ini masuk familia ke 19. Untuk mengungkapnya, Pietsch mendapat sokongan dari lembaga riset AS National Sience Foundation. (ap/livescience/kcm)

Saturnus Pernah Memiliki Laut

Posted in sains on Maret 16, 2008 by albertjoko

            saturnus

NASA/JPL/SSI
 Struktur patahan raksasa Ithaca Chasma di permukaan Tethys

DI antara bulan Planet Saturnus yang bernama Tethys diyakini pernah memiliki laut di bawah permukaannya. Begitulah temuan para ilmuwan diungkapkan dalam Konferensi Ilmu Bulan dan Planet-planet ke-39 di Houston, Texas, AS.

Struktur berlembah-lembah di permukaannya yang terlihat di patahan besar permukaannya yang diberi nama Ithaca. Chasma saat ini mungkin terbentuk karena aliran air dari bawah yang kemudian membeku. Mereka memperkirakan retakan raksasa di permukaan Tethys itu terjadi aliran air hangat dari bawah. Namun, air segera membeku karena suhu permukaan yang sangat rendah.

Perkiraan tersebut merupakan hasil perhitungan yang dilakukan Errina Chen dan Francis Nimmo dari Universitas California, Santa Cruz, AS. Aliran arus hangat dari bawah merupakan alasan terbesar suhu yang lebih hangat di sekitar patahan raksasa Ithaca Chasma.

Para peneliti berpendapat orbit Tethys terhadap Saturnus, awalnya berinteraksi dengan bulan lainnya bernama Dione sehingga terjadi gejolak di bawah kulitnya yang membentuk aliran hangat ke atas. Namun, karena kondisi tertentu, interaksi tersebut terpisah sama sekali dan Tethys terus mendingin.

Pembekuan air di dalamnya memberikan gaya dorong ke permukaan, sehingga menyebabkan keretakan. Air diperkirakan pernah berada sekitar 100 kilometer di bawah permukaan, namun tidak diketahui secara pasti seberapa dalam sebenarnya.

Tethys selama ini dikelompokkan ke dalam objek-objek berlapis es di tata surya yang diperkirakan mengandung kantung air di bawah permukaannya saat ini maupun di masa lalu. Masuk dalam kelompok ini, bulannya Planet Jupiter bernama Eropa dan Callisto. Bulan Planet Saturnus lainnya, Enceladus sempat diduga juga memiliki laut. (bbc/kcm)

Kamera Tembus Baju Deteksi sampai 25 Meter

Posted in sains on Maret 10, 2008 by albertjoko
  • T5000 Bikinan Thru Vision Inggris
  • Mampu Bedakan Kokain dengan Tepung

kamera

PERUSAHAAN di Inggris mengembangkan kamera yang bisa mendeteksi senjata, Narkoba, obat-obatan atau bahan peledak yang disembunyikan di balik pakaian hingga jarak 25 meter.

Kamera T5000 yang dibuat ThruVision menggunakan teknologi pencitraan pasif untuk mengidentifikasi objek lewat sinar elektromagnetik alami. Ini dikenal dengan nama Terahertz atau T-rays yang dipancarkan benda tersebut.

Kamera berkekuatan tinggi itu bisa mendeteksi benda tersembunyi hingga jarak 25 meter dan tetap efektif pada orang yang bergerak. Kamera tersebut tak menyingkap detil fisik tubuh dan proses screeningnya tak berbahaya.

Teknologi yang bisa diterapkan untuk keperluan militer maupun sipil itu bisa digunakan di Bandara yang ramai, mal belanja atau untuk kegiatan olahraga. Kamera ini diperkenalkan dalam pameran kemajuan ilmu pengetahuan yang digelar Kementerian Dalam Negeri Inggris, 12-13 Maret 2008.
tembus pakaian, tetap sopan…  tembus pakaian

“Aksi terorisme telah menggoncang dunia pada tahun-tahun ini dan langkah pencegahan keamanan sudah diperketat secara global,” kata Clive Beattie, Direktur Eksekutif ThruVision, Senin, 10 Maret 2008.

“Kemampuan untuk melihat benda metalik maupun non-metalik pada orang-orang sampai jarak 25 meter, tentu merupakan kemampuan kunci yang akan meningkatkan setiap sistem keamanan komprehensif,” jelasnya.

ThruVision menghasilkan teknologi untuk T5000 dengan kerjasama dari Badan Angkasa Eropa dan dari penelitian para astronom yang mengamati bintang-bintang sekarat. Teknologi itu berfungsi dengan asumsi tiap orang dan benda memancarkan radiasi elektromagnetik berkadar rendah.

Sinar Terahertz berada di antara infra merah dan gelombang mikro pada spektrum elektromagnetik. Tiap bahan memiliki gelombang berbeda sehingga bahan peledak bisa dibedakan dengan setumpuk tanah liat, begitu pula kokain bisa dibedakan dari tepung terigu. (afp/ant/*)

Bio Toilet Hemat Air Produksi Pupuk

Posted in sains on Maret 10, 2008 by albertjoko
  • Pertama di Indonesia, Lama di Jepang
  • Per Unit Harganya Rp 25 Juta

rancang dry box         box

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan teknologi Bio Toilet pertama di Indonesia. Tujuan riset ini untuk menjawab kebutuhan toilet hemat air bersih dan efektif di kawasan pemukiman padat penduduk.

Bio toilet ini dikembangkan akhir 2007, khusus dirancang tidak menimbulkan pencemaran sungai atau lingkungan,” tutur Peneliti Bidang Energi LIPI, Muhammad Effendi di Bandung, Senin, 10 Maret 2008.

Bio toilet didesain khusus tidak menimbulkan pencemaran, karena kotorannya ditampung ke dalam dry box terbuat dari baja dan lapisan stainless steel yang cukup tebal. Dry box itu diisi serbuk gerjagi yang berfungsi menyerap cairan dan bau yang dihasilkan dari kotoran.

“Hasil pembuangan itu masuk langsung ke dalam kotak penampungan setelah lebih dulu diaduk dengan serbuk gergaji menggunakan mixer bermotor penggerak hemat energi,” jelas Effendi.

Berbeda dengan toilet konvensional yang tempat wastafel-nya rata tanah dan pakai septic tank, bio toilet dibuat lebih tinggi sekitar satu meter sehingga penggunanya harus menaiki beberapa anak tangga.

Pada bagian wastafel-nya tidak ada air sama sekali, kotoran langsung masuk ke dry box dan tidak menimbulkan bau karena diurai serbuk gergaji. “Daya tampung dry box mencapai 500 liter dan bisa dipergunakan 50 orang per hari, penggunaan airnya tak pakai spray,” kata Effendi.

Sebuah dry box bisa dipergunakan hingga empat bulan. Sedangkan kotoran di dalamnya dikeringkan dan bisa digunakan pupuk.

Biaya pembuatan satu unit bio toilet itu menghabiskan dana Rp 25 juta. Produk pertama dry box dipasang di kawasan pemukiman Kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung.

“Bio toilet itu merupakan yang pertama di Indonesia, sedangkan negara pertama yang mengembangkan teknologi ini Jepang,” tutur Effendi. (ant/*)

Ras Baru: Manusia Setengah Robot

Posted in sains on Maret 9, 2008 by albertjoko

 Spoc benar-benar nyata?…  spoc

KISAH film Matrix yang diperankan Keanu Reeves, agaknya bukan sekadar fiksi. Akhir Februari 2008 lalu, pakar teknologi asal Amerika, Ray Kurzweil, mengungkapkan mesin akan mencapai kecerdasan tiruan setara manusia pada 2029.

“Manusia akan mencapai kesempurnaan ketika robot mungil ditanam dalam otaknya. Orang akan menjadi lebih cerdas,” kata Ray Kurzweil.

Selain mendongkrak kecerdasan, robot mungil alias nanobots itu juga membuat manusia mengingat berbagai hal dengan lebih baik. Bahkan, kelak orang bisa memasuki lingkungan virtual reality melalui sistem sarafnya secara otomatis.

Mesin dan manusia akan secepatnya bergabung. Artinya, mesin tersebut akan ditempelkan di dalam tubuh untuk berbagai tujuan dan kepentingan. Misalnya, untuk memelihara tingkat kesehatan dan meningkatkan kecerdasan.

“Kami akan menciptakan nanobots yang cerdas yang bisa memasuki otak dari pembuluh darah dan berinteraksi secara langsung dengan neuron,” janji Kurzweil.

Kurzweil dan timnya memang sangat meyakini bahwa penggabungan mesin dan manusia bisa mendongkrak tingkat kesehatan dan kecerdasan jauh di atas standar yang ada. Bahkan, kelak manusia setengah robot itu akan menjadi bagian dari kehidupan sosial tersendiri.

“Kami menggunakan teknologi untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental secara bersamaan,” ujarnya meyakinkan. Kurzweil buru-buru menegaskan bahwa hal itu tak akan menjadi semacam invasi dari alien mesin-mesin cerdas yang mengancam dan menggusur keberadaan manusia.

Mesin, katanya, sekadar mewujudkan beratus-ratus hal yang manusia ingin lakukan, baik pada batas kecerdasan atau lebih dan di berbagai bidang kehidupan.

Bukan hanya menciptakan mesin untuk disuntikkan dalam tubuh, para peneliti juga mengungkapkan keberhasilan dalam menyiapkan perangkat keras dan lunak dengan kecerdasan tiruan, seperti yang dimiliki manusia.

“Termasuk keluwesan dan kecerdasan emosional. Kami mesti siap dengan komunitas manusia mesin,” tegasnya. Kurzweil adalah satu dari 18 pemikir berpengaruh abad ke-21 yang memilih mengidentifikasi berbagai tantangan terkait ras manusia.

Tokoh lainnya adalah pendiri Google, Larry Page, dan pakar genetika, Dr Craig Venter. Satu tolak ukur keberhasilan proyek para pemikir itu adalah pertumbuhan yang bersifat eksponensial dari kemampuan pemrosesan data.

Selain itu, pada saat yang sama ukuran berbagai perangkat teknologi semakin menyusut. Kedua hal itu memicu pengembangan komputer mikroskopik.

 nanobots…          nanobots

Para pakar itu juga mengungkapkan, keniscayaan membuat prediksi akurat pertumbuhan dan perubahan di dunia komputasi dengan memperhatikan apa yang telah berhasil dicapai di bidang pengembangan komputer 50 tahun terakhir.

Berpijak pada hal itu, mereka berkeyakinan dalam 25 tahun ke depan kemampuan komputer akan meningkat hingga miliaran kali lipat. Sedangkan, ukuran mesin pintar itu akan menyusut hingga 100 ribu kali.

“Hari ini, orang bisa meletakkan komputer seukuran biji kacang dalam manusia untuk mengobati penyakit Parkinson. Neuron yang rusak oleh penyakit juga bisa digantikan oleh perangkat canggih tersebut,” jelas Kurzweil.

Beberapa waktu lalu sejumlah ilmuwan dari Institut Teknologi Massachusetts berhasil menyembuhkan sejumlah hamster buta. Ceritanya, di laboratorium para peneliti merusak bagian otak binatang pengerat itu yang terkait fungsi penglihatan.

Hewan yang terluka itu lantas disuntik dengan bahan sintetis peptides berukuran lima nanometer. Bahan tersebut belakangan mampu menyatukan sel-sel otak yang rusak tanpa menimbulkan bekas luka parut.

Hal itulah yang membuat hamster buta kembali bisa melihat. Menariknya, uji coba itu juga berhasil pada hewan berusia tua yang kemampuan regenerasi selnya diduga sudah tak bekerja optimal.

“Hal itu membuat kami sangat terkejut dan gembira,” kata Dr Rutledge Ellis-Behnke, pakar neuroscientist dari MIT. Serupa dengan yang dilakukan para peneliti dari MIT, Kurzweil dan rekan-rekannya mengoptimalkan teknologi nano.

Hasilnya, mereka siap melahirkan komputer yang memiliki ukuran sama dengan sebutir sel darah. Mesin pengolah data itu dapat disuntikkan dan merayap dalam tubuh manusia. Jika bersarang di otak, maka dia akan melipatgandakan tingkat kecerdasan. (ozc/sn)