Archive for the terorisme Category

Singapura Klaim Kastari Sembunyi di Indonesia?

Posted in terorisme on Maret 10, 2008 by albertjoko
  • DPR Curiga Singapura Hantam Wisata RI
  • Sengaja Lepas Teroris Berkaki Pincang

benarkah kau kabur… kastari

KLAIM Pemerintah Singapura yang menyatakan Mas Slamet Kastari, teroris yang kabur dari penjara Singapura telah memasuki wilayah RI, ditanggapi hati-hati Syamsir Siregar.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menepis maksud tersembunyi negeri Lee Kuan Yeuw itu untuk memporak-porandakan program kunjungan wisata Indonesia 2008. Syamsir justru berjanji melakukan penyelidikan terhadap buronan nomor satu Singapura itu.

“Adanya klaim bahwa Kastari berada di Indonesia baru bersifat dugaan dari Singapura. Kita sedang menyelidiki kebenaran dugaan itu. Apakah benar berada di Indonesia. Kita cari dengan mengerahkan seluruh aparat,” tegas Syamsir di Gedung DPR Jakarta, Senin 10 Maret 2008.

Syamsir menolak, bila klaim keberadaan pimpinan Jemaah Islamiyah sayap Singapura itu dimaksudkan sebagai kampanye negatif terhadap program Visit Indonesian Year 2008. “Tidak ada kaitannya dengan masalah perekonomiam, apalagi adanya by design untuk menghantam ekonomi Indonesia,” tegas Syamsir.

Tengara muslihat menghantam Visit Indonesia Year 2008 itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra. “Ada dugaan kuat kaburnya Kastari bersifat kesengajaan,” kata Yusron di sela-sela rapat tertutup antara Komisi I dengan Kepala BIN Syamsir BIN di DPR itu.

Menurut Yusron, dugaan tersebut juga muncul dari beberapa anggota Komisi I dan BIN. Munculnya kecurigaan tersebut dilihat dari kejanggalan kaburnya Kastari.

“Penjagaan di Singapura sangat ketat, kok bisa lepas. Kastari, kan kakinya cacat. Kalau benar lepas, apa tindakan Singapura terhadap sipir-sipirnya. Sampai sekarang kami tidak dengar,” kata adik kandung mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra itu.

Bahkan menuurt Yusron, larinya Kastari bisa jadi bagian by design pemerintah Singapura terkait persaingan Indonesia-Singapura. Yusron mencontohkan, persaingan program promo pariwisata Visit Indonesia Year 2008 yang dibuka awal tahun.

“Dalam politik internasional tidak ada peristiwa yang natural, tapi by design. Semua karena kebijakan politik luar negeri suatu negara terkait kepentingan politik luar negerinya,” jelas Yusron.

Oleh karena itu, Komisi I mendesak BIN dan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk membuktikan keberadaan dugaan tersebut. “Sebab sampai saat ini pemerintah belum mengonfirmasikan kronologis dan perkembangan kaburnya Kastari,” tegas Yusron. (ozc/dtc/* )

Islam Izinkan Menyimpan Senjata

Posted in terorisme on Maret 3, 2008 by albertjoko
  • Kesaksian Wakil Sekretaris MUI Atas Sidang Terorisme

abu dujana
Abu Dujana tegar menjalani peradilan

AGAMA Islam tidak melarang umatnya menyimpan senjata, bila dibutuhkan untuk membela diri dan jihad.

Begitulah penjelasan Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Al Khaththath saat dihadirkan dalam persidangan kasus teroris yang menyeret Abu Dujana alias Ainul Bahri sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin 3 Maret 2008.

“Senjata untuk jihad di jalan Allah. Boleh untuk memiliki senjata,” tegas Muhammad Al Khaththath. Senjata apa yang dimaksud? Menurut Khaththath disesuaikan dengan zaman. Zaman rasul pedang dan tombak, maka masa kini bisa senjata api. “Islam tidak membatasi,” jelasnya.

Menyimpan senjata dimaksudkan juga untuk persiapan membela diri. Dalam Islam membela harta dan kehormatan, hukumnya wajib. Membela saudara sesama Muslim, hukumnya juga wajib. Namun harus dilakukan di lokasi di mana ada Muslim yang terzalimi. “Jihad dilakukan di mana tempat Muslim diserang,” tegasnya.

Abu Dujana didakwa atas kepemilikan senjata api jenis M-16 dan revolver lengkap amunisinya. Senjata-senjata yang disita Densus 88 Polri itu pernah dipersidangan sebelumnya, 21 Januari 2008 di pengadilan yang sama.

Adalah Jaksa Penuntut Umum, Narendra dan Totok Bambang yang menunjukkan 2 senjata jenis M-16 bikinan Amerika Serikat, 1 revolver, dan 1 pistol jenis FN. Selain itu, 400 butir peluru M-16 kaliber 5,56 mm dan sekitar 100 peluru FN.

Ketua Logistik Qism Dzaqiroh Jamaah Islamiyah (JI), Mahfud Qomari yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang membenarkan senjata itu milik Dujana. Kepada Ketua Majelis Hakim Wahjono, ia mengungkapkan bahwa Dujana memerintahkan kepadanya mengirim senpi dan amunisi itu ke Sarwo Edi, Ketua Isobah II Sariyah (gugus militer) JI.
Mahfud juga diminta Dujana memindahkan bahan peledak ke Surabaya lalu disimpan Kholis, Pemimpin Askariy (setingkat komandan peleton). Namun, ia mengaku tak tahu tujuan pemindahan bahan peledak itu.

Sang Juru Tulis JI

Posisi Abu Dujana sendiri belum gamblang dalam JI. Mantan Ketua Mantiqi III JI, Nasir Abbas menyebut Dujana sebagai juru tulis atau sekretaris.

“Dalam rapat di Tawangmangu dan Puncak. Terdakwa hadir sebagai sekretaris. Mungkin istilah Malaysia berbeda dengan Indonesia. Kalau di Indonesia mungkin semacam sekjen, kalau Malaysia juru tulis atau notulen. Saya tidak tahu pasti apa jabatan sebenarnya. Tapi beliau dalam rapat membantu menulis catatan,” kata pria berkewarganegaraan Malaysia itu saat memberi kesaksian di Pengadilan.

Nasir membenarkan Abu Dujana adalah anggota JI. Namun dirinya belum pernah menyaksikan Abu Dujana dibaiat. “Saya kenal terdakwa. Namun, saya tak pernah melihat ia menjalani pembaiatan seperti saya,” ungkap pria kelahiran Singapura itu.

Eksistensi JI saat ini, diakui Nasir, masih tetap ada. Tapi Nasir tak bisa menjelaskan struktur organisasinya. “Saya sudah keluar, karena tak puas hati dengan orang-orang yang tidak loyal dengan JI. Menyimpang atas nama jihad, itu yang saya tidak setuju,” jelasnya. (dtc/*)