Fosil Makhluk Berkaki Empat

Dikirim unik pada Juni 26, 2008 oleh albertjoko


Philip Renne
Ilustrasi Ventastega curonica

FOSIL hewan berkaki empat paling primitif ditemukan para ilmuwan di Latvia. Fosil makhluk yang hidup 365 juta tahun lalu itu mungkin dapat menambah informasi untuk mengungkap hubungan kekerabatan antara ikan dan hewan yang hidup di daratan.

Tulang kaki dan jari-jarinya tak ditemukan, tapi dari struktur tulangnya dapat dipastikan sebagai hewan berkaki empat. Selain tengkorak, ditemukan tulang bahu dan tulang panggul. Hewan yang diberi nama Ventastega curonica itu diperkirakan hidup di air dangkal. Ia mungkin lebih banyak menggunakan keempat kakinya untuk berjalan di dasar perairan daripada berenang.

“Jika Anda melihatnya dari jauh, ia mirip aligator kecil, namun jika Anda melihat dari dekat akan melihat sirip di bagian ekornya,” kata Per Ahlberg, Profesor Biologi Evolusi di Universitas Uppsala, Swedia, sebagaimana dilansir dalam jurnal Nature.

Meski hidup di air, makhluk ini lebih mirip tetrapoda daripada ikan. Hewan tersebut mungkin hidup di perairan dangkal dan lebih suka merayap di dasar. Tetrapoda selama ini diyakini sebagai saudara tua amfibi, burung, dan mamalia.

Namun, para ilmuwan tidak yakin hewan tersebut merupakan transisi antara ikan dan hewan darat. Meski struktur tubuhnya paling primitif, ada hewan lain yang lebih tua namun dengan struktur yang lebih mendekati hewan darat. Ventastega diperkirakan hanya salah satu tetrapoda yang tidak melanjutkan cabang kekerabatannya.

Sampai saat ini, para ilmuwan yakin sejumlah makhluk darat memiliki nenek moyang yang hidup di air. Namun, masih sedikit informasi bagaimana makhluk air mulai berkembang di darat. Perubahan lingkungan, seperti perairan yang mendangkal atau menurunnya pasokan makanan mungkin salah satu faktor yang mendorong kelompok makhluk air beradaptasi dengan lingkungan daratan. (ap/kompas.com)

IQ Tinggi Cenderung Meragukan Tuhan

Dikirim religi pada Juni 13, 2008 oleh albertjoko

ORANG-ORANG ber-IQ lebih tinggi cenderung tidak percaya kepada Tuhan. Banyak dari kaum elit intelektual menganggap diri mereka atheis.

Begitulah hasil studi gres Professor Richard Lynn, pakar psikologi Universitas Ulster, Inggris, seperti dilansir Telegraph, 13 Juni 2008. Menurut Lynn, keyakinan beragama telah menurun pada abad ke-20. Penurunan ini terkait langsung dengan meningkatnya kecerdasan rata-rata.

Lynn mengungkapkan, kebanyakan anak SD percaya akan Tuhan. Namun, begitu menginjak dewasa dan kecerdasan mereka meningkat, banyak yang mulai meragukan eksistensi Tuhan. Menurut Lynn, para akademisi universitas lebih kecil kemungkinannya untuk percaya pada Tuhan daripada orang lainnya.

ditentang banyak profesor

Dari hasil survei Royal Society di Inggris, ditemukan hanya 3,3 persen yang percaya pada Tuhan. Sedangkan 68,5 persen, populasi umum Inggris menyebut diri mereka sebagai orang yang percaya Tuhan.

Polling lainnya pada tahun 1990-an menunjukkan hanya 7 persen anggota American National Academy of Sciences yang percaya Tuhan.

“Kenapa lebih sedikit akademisi yang percaya pada Tuhan dibandingkan populasi umum? Saya yakin itu semata-mata karena IQ. Para akademisi punya IQ lebih tinggi daripada populasi umum,” ujar Lynn.

hindarkan kesombongan

Beberapa studi polling Gallup mengenai populasi umum telah menunjukkan kalau mereka dengan IQ lebih tinggi cenderung tidak percaya pada Tuhan. Menurut Lynn, keyakinan beragama telah menurun di 137 negara berkembang pada abad ke-20.

Saat yang sama, masyarakat di negara-negara tersebut menjadi lebih pintar. Namun, kesimpulan Lynn ini ditentang profesor lainnya. Menurut Profesor Gordon Lynch, direktur lembaga Centre for Religion and Contemporary Society di Birkbeck College, London, Lynn telah melupakan kompleksnya faktor-faktor sosial, ekonomi dan sejarah. (times higher education/*)

Bayi Berkelamin di Punggung

Dikirim unik pada Juni 13, 2008 oleh albertjoko

kelainan kelamin

ANEH-ANEH saja kejadian di jagat ini. Seorang bayi di Heijan, Provinsi Henan, Chinan lahir dengan penis ganda. Satu di antaranya di punggung. Sang ayah, Li Jun (30) pun bergegas membawa ke Rumah Sakit Anak Tianjin, 27 Mei 2008.

Tim dokter memutuskan melakukan operasi pengangkatan penis kedua itu. Operasi pengangkatan yang dilakukan pada 6 Juni itu membutuhkan waktu tiga jam. Sang bayi dalam kondisi baik pascaoperasi.

Dalam ilmu kedokteran, kondisi ini disebut fetus in fetu yang sangat jarang terjadi, bahkan hanya terjadi satu dari 500.000 kelahiran. Fetus in fetu terjadi akibat ketidaksempurnan pembelahan janin yang seharusnya menjadi bayi kembar.

Bayi yang berkembang tidak sempurna ini menempel di bagian tubuh saudaranya yang sempurna. Dia juga bisa menempel di perut yang disebut sebagai bayi mengandung bayi.

Belum diketahui pasti, penyebab abnormalitas bayi. Apakah akibat faktor makanan, penyakit, obat, Narkoba, gen atau terkait hereditas. Yang pasti, kelahiran bayi yang tak disebutkan namanya itu memiliki maksud dan hikmah.

kepala ganda

Menurut Prof dr H Soehartono DS Sp OG KFER dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, kasus fetus in fetu terjadi, karena adanya mutasi gen. “Hal itu terjadi saat janin akan terbentuk di dalam rahim. Seharusnya janin itu sudah terbelah menjadi dua untuk menjadi kembar,” jelas Prof Soehartono.

Namun, mutasi gen membuat janin yang telah membelah, tak mampu berkembang sempurna. Selanjutnya sepanjang pertumbuhan janin yang sehat, janin yang tak berkembang ini tetap menempel. Ini bisa menempel dan terjadi di mana saja, sebagian bisa ikut tumbuh namun dipastikan tak sempurna.

“Misalnya, bisa berupa kepala saja, bagian tangan, maupun bagian penis saja. Tidak ada yang akan bisa hidup dan berkembang di janin yang hidup itu, karena janin yang hidup lebih dulu mengambil nutrisi untuk pertumbuhannya dan tidak mungkin berbagi dengan janin yang tidak sempurna tersebut,” jelas Prof Soehartono.

Beberapa kasus fetus in fetu menyita perhatian dunia. Seorang yang paling terkenal adalah kasus Alamjan Nematilaev. Bocah Kazakhstan itu menyimpan janin saudara kembarnya selama bertahun-tahun.

kembar …

Pada tahun 2003, dokter sekolah Nematilaev menemukan keanehan. Perut Nematilaev membesar dan menunjukkan gerakan. Menurut diagnosa dokter, di dalam perut bocah 7 tahun itu terdapat kista. Namun, yang didapat dokter ternyata janin kembaran identik Nematilaev.

Janin itu menjadi parasit dalam perutnya. Janin tak jadi itu juga memiliki rambut, lengan, jari, kuku, kaki dengan jari-jari lengkap, alat kelamin, kepala, serta wajah yang tidak jelas.

Kisah lebih unik dialami Sanju Bhagat, asal Nagpur, India. Selama 36 tahun dia membawa ’saudara kembar’ parasit di dalam tubuhnya. Karena Bhagat tidak punya plasenta, ‘kembarannya’ itu menyerap kehidupan langsung dari sumber darah Bhagat.

Awal April lalu, seorang bayi perempuan di Yogyakarta juga menjadi berita utama di media-media Indonesia. Ainiyah, nama bayi perempuan itu, disebut ‘hamil’ karena di dalam tubuhnya tumbuh janin. Kembaran tak berkembang itu ‘memilih’ liver Ainiyah sebagai tempat menempel.

Di Medan, bayi dua bulan bernama Afiah Syafina awalnya divonis menderita tumor pada perutnya. Namun, saat dioperasi pada 19 Januari 2008 yang disangka tumor itu ternyata janin berumur lima bulan. (the sun/wkp/kis/kompas.com/*)

Hidup Lagi Menjelang Pemakaman

Dikirim unik pada Juni 11, 2008 oleh albertjoko

peluang beramal saleh

SUNGGUH ajaib! Seorang wanita yang telah dinyatakan meninggal, kembali hidup. Para dokter dan keluarganya terkejut bukan kepalang.

Padahal, jantung wanita berusia 59 tahun itu telah berhenti berdetak selama 17 jam. Mesin penunjang hidup juga telah dilepas dari tubuhnya. Peristiwa ini terjadi di Nitro, West Virginia, AS, seperti dilansir harian Daily Telegraph, 27 Mei 2008.

Kisah unik ini bermula saat wanita bernama Velma Thomas mengalami serangan jantung di rumahnya. Paramedis segera melakukan CPR selama 8 menit dan detak jantungnya kembali terasa, meski lemah. Namun, setibanya di rumah sakit, detak jantung Velma kembali berhenti.

Tim dokter kemudian memasang peralatan medis untuk menunjang hidup Velma. Selama 17 jam para dokter berupaya keras mengembalikan kesadarannya. Sepanjang itu pula mereka tak mendeteksi adanya aktivitas otak.

Pendek kata, semua anggota keluarga Velma sudah bersiap menghadapi yang terburuk. Tim Thomas, putra Velma mengatakan, dirinya beserta kerabat dan teman-teman telah berkumpul di rumah sakit. Mereka hanya bisa berdoa. Sampai akhirnya mereka menerima kenyataan bahwa Velma tak akan selamat.

langka ingat pencipta

“Kulitnya sudah mulai mengeras. Tak ada kehidupan,” tutur Tim Thomas (36). Para dokter mengatakan pada Tim bahwa detak jantung Velma sudah tak ada lagi. Begitu pula dengan aktivitas otak ataupun tekanan darah.

“Dia sama sekali tak ada tanda-tanda fungsi syaraf,” jelas Dr Kevin Eggleston, spesialis pengobatan penyakit dalam.  Akhirnya, keluarga memutuskan mencabut mesin penunjang dan mengucapkan selamat jalan untuk Velma. Mereka pun pulang untuk menyiapkan pemakaman.

Di tengah persiapan acara pemakaman, Tim dihubungi pihak rumah sakit. Dia diberi tahu bahwa tak lama setelah mesin penunjang dicabut, ibunya kembali hidup. Velma tiba-tiba saja menggerakkan anggota tubuhnya dan jantungnya kembali berdetak.

Beberapa saat kemudian, Velma bahkan bertanya, “Di mana anak saya?” Pestiwa ini benar-benar mengejutkan tim dokter. Menurut Dr Eggleston, peluang untuk hidup setelah begitu lama kehilangan detak jantung kurang dari 10 persen. “Ini keajaiban,” tandasnya. (charleston daily mail/abc/*)

Wanita Gantung Diri di Toilet Pesawat

Dikirim unik pada Juni 11, 2008 oleh albertjoko

alpa eksistensi Allah

MATA pramugari terbelalak, manakala menatap tubuh seorang penumpang tergantung di toilet pesawat. Peristiwa langka di muka bumi terjadi di pesawat Korean Air.

Insiden ini terjadi ketika pesawat akan mendarat di Bandara Incheon, dekat Seoul, Korea Selatan, sebagaimana dilansir kantor berita Agence France-Presse, 29 Mei 2008.

Awalnya, seorang penumpang wanita beranjak dari kursinya untuk pergi ke toilet. Begitu pesawat hendak mendarat, wanita Jepang itu tak kunjung balik ke kursinya. Ini membuat seorang pramugari mengecek apa yang dilakukan penumpang itu di toilet.
ke manah ruh kita?

Alangkah terkejutnya sang pramugari ketika melihat wanita berusia 29 tahun itu gantung diri di dinding toilet dengan lilitan scarf di sekitar lehernya. Prosedur medis darurat telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.

Usaha keras sang pramugari sia-sia, oleh karena wanita itu tak memberikan respons apa pun. Penumpang malang itu pun dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit.

Pesawat yang bertolak dari Honolulu, Hawaii itu mendarat di Incheon, 28 Mei 2008 larut malam.  ”Kami dengar tak ada pesan bunuh diri yang ditemukan,” kata juru bicara maskapai Korean Air.

Kepolisian Korsel telah mengonfirmasikan kasus unik itu ke kedutaan Jepang. Hingga kini, kasus langka itu dalam penyelidikan polisi untuk menguak motif bunuh diri. (afp/*)

Ayah 25 Anak Sunting Istri ke-4

Dikirim kisah hidup pada Juni 11, 2008 oleh albertjoko

Antara Hak dan Harga Diri Manusia

keikhlasan poligami

ABU baru berusia 49 tahun. Namun, pria ini telah memiliki 25 anak dan 3 cucu. Ya, anak-anak itu dari pernikahannya dengan 3 wanita. Kini, pria bernama lengkap Abu Bakar Embong ini menambah istri lagi.

Lelaki itu telah mendapat izin dari pengadilan agama di negara bagian Terengganu, Malaysia. Izin diberikan pengadilan setelah Abu Bakar meyakinkan mampu memenuhi kebutuhan finansial keempat istrinya.

Muslim di Malaysia memang diperbolehkan menikahi maksimal 4 istri. Namun, pengadilan agama harus lebih dulu menyetujui rencana pernikahan tersebut.

“Pengadilan telah mempertimbangkan bukti tertulis yang diajukan Abu Bakar, di sana dia katakan bahwa dia berpenghasilan 20.000 ringgit per bulan dan telah menyediakan rumah dan mobil untuk masing-masing istrinya,” kata Hakim Shaikh Ahmad, seperti dilansir harian The Star, 10 Juni 2008.
realita selingkuh

Abu Bakar yakin telah memperlakukan ketiga istrinya dengan adil. “Selama saya mampu punya istri lagi dan saya kuat, saya tak melihat alasan kenapa saya tak bisa menikah,” kata pria yang bekerja sebagai negosiator properti tersebut.

Dari ketiga istrinya, Abu telah dikaruniai 11 anak laki-laki dan 14 anak perempuan. Usia anak-anaknya berkisar dari 4 bulan hingga 25 tahun.

Ketiga istri Abu mengatakan, pria tersebut merupakan suami penyayang, adil dan bertanggung jawab. Bahkan mereka bertiga telah bekerjasama untuk mengatur pernikahan Abu dengan istri keempatnya yang digelar pertengahan Juni 2008. (the star/dtc/*)

Bayi Lahir Mabuk

Dikirim unik pada Juni 11, 2008 oleh albertjoko

pendidikan mabuk ?

ENTA apa yang diinginkan ibuhamil di Warsawa yang satu ini. Sudah tahu akan menjalani persalinan, masih juga menenggak alkohol. Konsekuensinya, ia mabuk berat. Jabang bayinya pun ikutan mabuk.

Peristiwa unik di Warsawa, Polandia tersebut, dilansir harian Sydney Morning Herald, 11 Juni 2008. Para dokter di rumah sakit Otwock, pinggiran Warsawa tak urung kepalang kaget.

Perempuan yang tak disebutkan jatidinya itu mendaftarkan diri untuk persalinan dengan kondisi mabuk berat. Sang dokter bergegas menelepon polisi. “Tes darah menunjukkan wanita berumur 38 tahun itu di level 1,2 gram alkohol saat melahirkan,” beber Juru bicara Kepolisian, Dorota Tietz.

pudarnya kasih ibu ?

Level 1,2 gram alkohol per 1.000 gram darah setara dengan sebotol anggur atau dua liter bir untuk orang dewasa. Namun, dampaknya akan meningkat pada tubuh mungil bayi baru lahir.

Akibatnya, level alkohol pada tubuh bayi yang dilahirkan wanita pemabuk tersebut sangat mencengangkan. Bayi mungil itu didapati memiliki level 2,9 gram alkohol. Jumlah ini hampir 15 kali lipat di atas limit alkohol orang dewasa yang diizinkan untuk mengemudi.

Limit alkohol-darah untuk para pengemudi di Polandia adalah 0,2 gram. “Nyawa bayi saat ini tidak dalam bahaya, namun para dokter mengkhawatirkan dampaknya (alkohol) pada perkembangannya,” jelas Tietz.

Akibat ulah itu, ibu sang bayi terancam hukuman penjara maksimum lima tahun. Wanita itu dianggap telah membahayakan nyawa dan kesehatan anaknya. (shm/* )

Islam Mengisi Sayap Kiri Politik Indonesia

Dikirim politik pada Juni 11, 2008 oleh albertjoko
  • Telaah Prof Liddle dari Seminar di Praha
  • Demokrasi Palsu ala Rezim Soeharto

prof liddle

TIDAK ada sayap kiri dalam lingkungan politik Indonesia, namun kemunculan parpol-parpol Islam telah menggantikan posisi sayap kiri itu.

Begitulah telaah Prof R William Liddle dalam seminar internasional di Czech Academy of Sciences, Praha, 9 Juni 2008. Seminar ini digelar KBRI Praha bersama Center of Global Studies dari Charles University, Praha, terkait peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, 80 Tahun Sumpah Pemuda dan 10 Tahun Reformasi.

Menurut Liddle, saat meletus gerakan reformasi 1998 dan Presiden Soeharto tumbang, sebenarnya terdapat peluang membentuk partai berhaluan kiri, namun itu tak terjadi karena sayap kiri di Indonesia diidentikkan dengan komunis. Kemunculan parpol-parpol Islam telah menggantikan kekosongan peran sayap kiri itu.

Liddle tidak sependapat dengan pandangan bahwa dulu Presiden Soeharto membiarkan Islam militan. Yang terjadi, Soeharto membuka elemen-elemen Islam untuk berpartisipasi dalam politik.
soeharto

Guru Besar ilmu politik Univeristas Ohio yang banyak memiliki mahasiswa dan kawan di Indonesia ini juga menolak pendapat, bahwa partisipasi Islam dalam politik untuk mengimbangi kekuatan militer. Yang sebenarnya terjadi politik Indonesia itu sangat didominasi sayap kanan sekuler.

Liddle menyampaikan makalah dengan mengevaluasi Orde Baru di bawah kepemimpinan Suharto, 1966-1998. Disebutkan, Soeharto, yang dinilainya sebagai seorang diktator, mampu mengubah Indonesia menjadi negara yang seakan-akan demokratis.

Caranya dengan melakukan beberapa hal penting, seperti mengebiri peran politik militer, menciptakan persepsi di masyarakat bahwa Indonesia seolah-olah negara demokratis, padahal faktanya tidak demikian.

Selain itu Soeharto juga mempraktikkan sistem pemerintahan otoriter, yang memberi ruang kepada sejumlah ormas dan media untuk manuver, serta melakukan rekonsiliasi dengan berbagai kelompok, yang pada awalnya berada di luar rezim.

Seminar yang dibuka Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Deplu, Andri Hadi ini dihadiri para akademisi, mahasiswa Ceko dan Indonesia, serta masyarakat peminat ke-Indonesiaan. Di antaranya, Prof Bernhard Dahm dari Universitas Passau Jerman, Prof Francois Raillon dari Pusat Studi Timur Jauh Prancis, dan Prof Rahardi Ramelan yang khusus datang dari Indonesia. (dtc/*)

Generasi Click Five

Dikirim artikel pada Juni 7, 2008 oleh albertjoko

net generation Asia

GENERASI apakah gerangan para remaja yang berjingkrak histeris tatkala menyaksikan konser The Click Five di Istora Senayan, Jakarta, Rabu malam, 4 Juni 2008? Begitulah pertanyaan pertama yang diajukan Akhmad Kusaeni, seperti dilansir Antara, 6 Juni 2008.

Sepintas, anak-anak berusia belasan tahun itu dikenal sebagai anak-anak baru gede atau populer disebut ABG. Mungkin masih duduk di bangku SMP atau SMA. Ketika menonton konser, tak sedikit di antara mereka yang masih didampingi orangtua. Tapi mereka, kebanyakan gadis, yang punya hasrat dan energi luar biasa.

Mereka menyanyi, mereka berjingkrak, mereka berteriak, mengelu-elukan grup band asal Boston, Amerika Serikat, yang lima personilnya muda usia. Kece-kece pula.

Sahutan, “Kyle, I love you!” untuk si vokalis imut-imut. Juga, “I love you, Joey..” untuk si drumer keren, seakan tak pernah berhenti berkumandang selama dua jam pertunjukan.

Siapakah gerangan para ABG yang malam itu, sambil bernyanyi dan berjingkrak, masih sempat memotret, menelepon di tengah kebisingan musik pop-rock, dan ber-SMS ria dalam kerumunan penonton?

Mereka adalah anak-anak kelas menengah kota yang membeli tiket seharga Rp 250.000 sampai Rp 350.000 lewat Internet atau online banking. Lalu untuk datang ke tempat konser, umumnya dengan sejumlah kawan, atau ada yang membawa sendiri mobil macam Honda Jazz, Suzuki Swift, atau sejenis city car.
five generation

Penontotn muda usia yang lain, diantar orangtua, atau sopir dengan mobil yang lebih mewah lagi. Anak-anak ini adalah generasi yang boleh disebut post-modern yang sekolahnya pun di International School yang berpengantar Bahasa Inggris dan tumbuh menjamur di seantero Ibukota.

Paling tidak, mereka belajar di sekolah favorit yang relatif mahal, mengambil kursus bahasa asing, atau pernah tinggal di luar negeri, sehingga gaya mereka bicara persis Cinta Laura.

Artis remaja blasteran Indo-Jerman itu dikenal suka bicara ‘campur sari’ dalam bahasa Indonesia-Inggris. Kalimat Cinta Laura yang terkenal adalah, “Mana hujan, becek, gak ada ojek… So, I call my parent untuk menjemput”.

Mereka, meminjam istilah Thomas L Friedman dalam buku The Lexus and the Olive Tree, adalah anak-anak masa depan yang dibentuk oleh budaya global yang didominasi tiga M, yaitu Mc Donald, MTV, dan Macintosh.

Anak-anak global diwarnai gaya hidup dan budaya massa global. Mereka menggemari rantai makanan cepat saji dari kedai waralaba internasional, memiliki perilaku dan gaya hidup yang dipengaruhi idola yang tampilnya di MTV, serta terbiasa menggunakan teknologi komunikasi canggih dan bergaul di dunia maya melalui Internet, membuat aktualisasi diri pada blog, dan berkawan lewat friendster.
anak-anak global

Steven D Zink dari Universitas Nevada, Amerika Serikat, menyebut anak-anak global tersebut sebagai Net Generation. Mereka lahir dan besar pada saat meruaknya teknologi Internet dengan world wide web (WWW)-nya.

Net Generation hanya memerlukan satu alat, sebut saja handphone, untuk melakukan apa saja yang diinginkannya: menelepon, menonton, chatting, browsing, downloading, main game, memotret, memesan dan membeli barang.

Dira, siswi kelas 2 SMP Labschool, Rawamangun, Jakarta Timur, termasuk salah seorang Net Generation. Setiap hari merasa harus nginternet satu atau dua jam.

Di depan komputer, ia melakukan berbagai aktivitas sekaligus. Mendengarkan musik, mengirim dan membalas email, chatting, searching, downloading lagu, uploading foto, dan updating blogs miliknya: dirasblogandlyrics.multiply.com.

Ia memiliki 500-an teman di friendster dari berbagai negara, menjadi anggota fans The Click Five bersama jutaan remaja di seluruh dunia lainnya, membeli ticket konser di detik.com atau memesan buku lewat Amazon.com. Ia juga mencari data untuk karya tulis dan PR sekolah di Google dan menganggap Wikipedia sebagai guru yang bisa menjawab apapun yang ingin diketahuinya.

dunia yang beda

Anak-anak global atau Net Generation jelas sangat berbeda dengan generasi orang tuanya. Menurut Thomas Friedman, kebanyakan orangtua sekarang hidup dalam era Perang Dingin, sedangkan Net Generation lahir dan besar dalam era pasca Perang Dingin atau era globalisasi.

Pola pikir orang tua adalah pola pikir Perang Dingin. Yang kuat adalah yang memiliki senjata dan bom lebih banyak. Dunia terbelah menjadi Barat dan Timur, komunis dan kapitalis, kawan dan musuh.

Presiden pertama Indonesia Soekarno pernah melarang musik ‘ngak-ngik-ngok’ dimainkan di Tanah Air, hanya karena musik itu berasal dari Barat. Soekarno pulalah yang pernah menyatakan, “Inggris kita linggis, Amerika kita setrika”.
Sedangkan pola pikir Net Generation adalah pola pikir globalisasi. Kalau masa Perang Dingin pertanyaannya adalah seberapa banyak rudal Anda, maka pada era globalisasi pertanyaannya adalah seberapa banyak “bandwith” Anda? Seberapa kuat sinyal ponsel Anda?

Kalau pada Perang Dingin dunia ditandai keterpisahan (NATO versus Pakta Warsawa), era globalisasi ditandai ketersatuan dan integrasi (WTO, Organisasi Perdagangan Dunia). Tidak ada lagi Barat-Timur, Komunis-Kapitalis, tapi satu dunia.
bung karno

Dalam global village (kampung dunia) semua memiliki peluang dan hak yang sama. Anak-anak di Indonesia, asal memiliki akses ke tiga M (McDonald, MTV dan Macintosh), akan tumbuh sama dan sebangun dengan anak-anak di belahan dunia lain, di benua Amerika, Eropa atau Afrika.

Anak-anak global bisa menyukai jenis makanan yang sama, memiliki idola yang sama, dan gaya hidup yang sama. Fenomena inilah yang tampak pada konser The Click Five di mana saja: di Amerika, Jepang, Cina, Malaysia, atau Indonesia.

Anak-anak kulit putih, kuning, hitam, dan sawo matang bisa bernyanyi bersama, jingkrak-jingkrak bersama, dan memuja idola yang sama. Mereka adalah generasi Click Five. Click atau klik adalah bunyi tombol komputer ketika ditekan.

Mereka adalah Net Generation yang hidup dalam dalam pikiran modern dan masa-masa menyenangkan, sebagaimana slogan tur The Click Five 2008: Modern Minds and Great Times. (*)

Bola Kalahkan Wanita

Dikirim maniak pada Juni 6, 2008 oleh albertjoko

wanita atau bola…

TAK bisa dipungkiri, pertandingan sepakbola merupakan daya tarik tersendiri bagi kaum pria. Demi mengikuti Euro 2008, kaum adam rela mengorbankan waktu bercintanya.

Menyambut perhelatan akbar di benua biru, msn.com melansir hasil survai lembaga survei terhadap penggemar sepakbola di Eropa, Jumat 6 Juni 2008.
kualifikasi euro

Survei tersebut melibatkan 2.000 penggemar sepakbola. Mereka disuruh memilih, menonton bola atau bercinta dengan pasangan.

Hasilnya, 25 persen penggemar sepakbola asal Italia memilih untuk menonton bola ketimbang melakukan berhubungan seksual dengan pasangannya. Sedangkan di Spanyol, 72 persen penggemar memilih menonton pertandingan olahraga favorit mereka.

Yang tak kalah mengejutkan, dari keseluruhan pria yang disurvei, 60 persen dari mereka menganggap sepakbola layaknya ‘agama ‘bagi mereka. (dtc)